Evaluasi

  1. Tekanan uap air pada 100ºC adalah 760 mmHg. nerapakah tekanan uap larutan glukosa 180 % pada 100ºC(Ar H =1 , Ar C = 12 , Ar O = 16 ) ?

Jawaban :

misalkan jumlah larutan 100 gr .

massa glukosa = 180/100 ×100 gr = 18 gr

massa air = 100 gr – 18 gr = 82 gr 

nt = massa glukosa / Mr glukosa =18 gr/ 180 gr/mol = 0,1 mol

np = massa air / Mr air = 82 gr/18 gr/mol =4,6 mol 

Xp = 4,6/0,1+4,6 =4,6/4,7 = 0,98

jad, tekanan uap larutan glukosa adalah

P =  Xp ×  Pº =  0,98× 760 mmHg = 744, 8 mmHg.

2. Suatu larutan mengandung 3,24 gram zat yang tak mudah menguap juga nonelektolit dan 200 gram air mendidih pada 100,130°C pada 1 atmosfer. Berapakah berat molekul zat telarut ? Kd molal air adalah 0,51?

Jawab:

∆Tb=100,13-100=0,13
∆Tb=Kbxm
0,13=0,51xm
m=0,250,25=molx1000/200
Mol=0,25/5=0,05
Mr = gram/mol = 3,24/0,05 = 64,8

3. Larutan yang mengandung 20 gr zat nonelektrolit dalam 1 L air (massa jenis air 1 g/ml) mendidih pada suhu 100,052°C. Jika Kb air = 0,52°C, maka Mr zat nonelektrolit tersebut adalah  . . . .
A. 20                  C. 100             E. 200
B. 40                  D. 150

Pembahasan:
     20 gram zat nonelektrolit dalam 1 liter air
     ΔTd   = 100,052°C
     Td pelarut murni = 100°C
     Kd air    = 0,52oC
     1 liter air = 1000 gram air
     ΔTd   =   titik didih larutan – titik didih pelarut murni
              =   100,052°C – 100°C
              =   0,052°C
     ΔTd   =   Kd .m .
     0,052     =   0,52  20/Mr . 1000/1000
          Mr     =   200

Jawab: E

5. Mengapa tekanan upa larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni?

Jawab:

Karena dalam suatu larutan partikel-partikel zat terlarut menghalangi gerak molekul pelarut untuk berubah dari bentuk cair menjadi bentuk uap sehingga tekanan uap jenuh larutan menjadi lebih rendah dari tekanan uap pelarut murni. Larutan juga mengandung zat volatile dan adanya kesetimbangan dinamis antara fasa uap dengan cairannya. Fakta ini menjelaskan sebab tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut murni.

6. Suatu zat nonelektrolit sebanyak 5,23 gram dilarutkan dalam 168 gram air. Larutan ini membeku pada -0,510 derajat celcius. Hitung massa molekul relative zat tersebut?

Jawab:

DTf = Kf (W/Mr) (1000/ )

Mr = 1,86  5,23  1000 / 0,51  168

= 113,5

7. Hitung titik didih air dalam radiator mobil yang berisi cairan dengan perbandingan 88 gram etilen glikol (Mr = 62)  dan 160 gram air.

Jawab:

DTf = 1,86 (88/62) (1000/160)

= 16

Jadi, titik bekunya adalah -16°C

8. Apakah yang dimaksud dengan sifat koligatif larutan ? bandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dan non-elektrolit dan jelaskan menurut pendapat anda !

Jawab : sifat koligatif adalah sifat fisik yang hanya dipengaruhi jumlah partikel zat terlarut dan tidak bergantung pada jenis zat terlarut. Maksudnya disini adalah jenis zat apapun yang non elektrolit dengan jumlah partikel atau konsentrasi sama maka sifat koligatif dari berbagai zat tersebut juga akan sama hasilnya. Pasa zat elektrolit jumlah partikel sangat berpengaruh karena pada senyawa elektrolit mengalami ionisasi dan menghasilkan faktor koligatif, sehingga mempengaruhi hasil sifat koligatif larutan.

9. Bagaimanakah mencapai keadaan kesetimbangan konsentrasi pada proses osmosis antara dua medium ?

Jawab : pada proses osmosis, molekul-molekul pelarut berimigrasi dari larutan enecr ke larutan yang lebih pekat, sehingga pada saat itu, dicapailah kesetimbangan konsentrasi antara dua medium.

10. Sebanyak 40 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan kedalam 200 gram air. Jika diketahui Kb air adalah 0,52 C/m, tentukanlah titik didih larutan tersebut !

Jawab :

∆Tb = m x Kb

Maka, ∆Tb      = m x Kb

                        = gr/Mr x 1000/200 x 0,52

                        = 1,61  C

Titk didih larutan        = titik didih air +  ∆Tb

                                    = 100 + 1,61C

                                    = 101,61 C